kesalahan yang harus di hindari buat youtube short viral

Mau YouTube Shorts Viral? Hindari 5 Kesalahan Ini

Lima Kesalahan yang Harus di Hindari pada Youtube Shorts

Youtube shorts kini menjadi salah satu fitur yang cepat dalam menjangkau Audiens yang lebih luas. Bahkan banyak kreator atau clipper yang menggunakan fitur ini untuk mendapatkan pendapatan dari mitra Youtube. Namun, tidak sedikit juga yang merasa frustasi karena jumlah tayangan tidak menyentuh harapan atau bahkan tayangan yang tidak naik, yang artinya Mereka tidak pernah masuk trending.

Jika Anda merasa seperti itu, mungkin Anda sering melakukan beberapa kesalahan umum yang tanpa Anda sadari bahwa hal itu justru memperlambat performa konten. Mari simak lima kesalahan yang sering di lakukan saat membuat konten video di Youtube Shorts.

1) Durasi Tidak Efisien

Shorts pastinya memiliki durasi yang tidak lebih dari satu menit, tapi bukan berarti Anda memasukan semuanya pada setiap detiknya. Banyak clipper yang membuat kontennya tanpa di sadari terlalu Panjang tanpa alasan yang jelas, sehingga terasa membosankan dan membuat penonton scroll sebelum selesai.

Solusi > Buat konten yang to the point dan langsung menarik perhatian di 3 detik pertama. Idealnya, durasi antara 15–45 detik cukup efektif untuk menjaga engagement tetap tinggi.

2) Opening yang Membosankan

Penonton bisa saja men-scroll dalam 1 detik apabila jika opening yang di masukan tidak memikat. Opening yang terlalu lambat atau terlalu banyak basa-basi adalah penyebab utama penurunan tayangan di Shorts.

Solusi > Mulailah dengan sesuatu yang memancing rasa penasaran, misalnya:

  • Pertanyaan Menarik “Tahukah Kamu bahwa rokok elektrik lebih berbahaya dari rokok biasa?”
  • Pertanyaan Fakta “Ternyata Cafein cocok di konsumsi buat kamu sebelum GYM!”

3) Caption, Judul, dan Hashtag Tidak Optimal

Dalam membuat konten, penting untuk berfokus pada visual, tapi jangan lupakan caption dan hashtag juga penting untuk algoritma platform untuk lebih memahami apa niche dari akun. Banyak yang asal-asalan isi caption, bahkan tidak menggunakan hashtag sama sekali.

Solusi > 

  • Gunakan judul dan caption yang mengandung kata kunci relevan.
  • Tambahkan 3–5 hashtag seperti: #shorts, #faktaunik, #tipscepat, sesuai niche konten.
  • Jangan lupa masukkan keyword yang sering di cari di YouTube.

4) Kualitas Video Buruk

Meskipun durasi yang singkat, bukan berarti kualitas video rendah. Penonton akan langsung berhenti menonton apabila resolusinya rendah, suaranya tidak jelas, ataupun pencahayaannya yang buruk.

Solusi >

  • Gunakan kamera yang stabil dan jernih, bisa dari smartphone sekalipun.
  • Pastikan audio jelas, terutama jika Anda bicara langsung.
  • Lighting alami atau ring light sederhana bisa sangat membantu.

5) Tidak Konsisten Upload

Anda tidak akan viral jika hanya mengandalkan satu video saja. Banyak creator shorts yang akhirnya viral setelam konsistensi yang di terapkan dalam menggunggah puluhan konten. Tanpa konsistensi, sulit untuk membangun algoritma dan menarik Audiens.

Solusi >

  • Buat jadwal posting, misalnya 1 video setiap hari atau 3 kali seminggu.

Konten di Youtube Shorts yang viral bukan hanya bergantung pada keberuntungan semata. banyak creator yang sukses karena Mereka berhasil dengan menghindari kesalahan umum seperti di atas dan tetap konsisten dalam menerapkan strategi yang tepat.

Baca Juga : Hati-Hati! Buzzer Pemerintah Mengancam Kebebasan Berpendapat?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *